Iklan

Vacancy Information

Rabu, 02 April 2008

Menerima untuk Memberi

Memberi untuk menerima, istilah yang sangat lazim berlaku di berbagai aspek kehidupan kita, seringkali orang melakukan pemberian agar dapat menuai hasil (menerima) pada akhirnya. Lingkup pekerjaan ku juga sangat menerapkan slogan ini , sedikit uraian tentang pekerjaan ku saat ini, diriku bekerja di sebuah perusahaan farmasi di divisi finance, secara garis besar daku mengkontrol pengeluaran perusahaan untuk biaya promosi produk farmasi kami, lebih detail nya lagi kami akan memberikan dana promosi ke 'outlet' dalam hal ini dokter, agar suatu saat outlet dapat memberikan sales bagi produk kami. Sangat jelas prinsip memberi untuk menerima di gunakan pada kondisi perusahaan kami agar bisa bertahan di kancah persaingan Farmasi yang sangat ketat akhir-akhir ini.


Sisi yang ingin diriku angkat ada pada bagian hidupku yang lain, sedikit intro lagi, diriku baru saja putus dengan teman dekat ku sekira 2 bulan yang lalu, kondisi yang terjadi ialah diriku terlalu egois, arogan, galak, mulai males-malesan dalah berhubungan, dan lain sebagai nya. Hal itu membuat dirinya sangat tertekan namun beberapa waktu dirinya berusaha men-denied- hal tersebut, dan memcoba bertahan, namun karena diriu tidak berubah, dan malah menjadi-jadi, maka hal ini membuat dirinya tidak nyaman dan pada kondisi lanjut memutuskan hubungan. Sangat menyakitkan hal tersebut terjadi bagi diriku di saat kebutuhan akan sesosok teman untuk sharing sangat daku harapkan karena pola hidupku sedang berubah dengan pekerjaan yang baru dan lingkungan hidup yang baru (kost).


Penyebab putusnya kami daku rasakan memang bersumber dari diriku, daku terlalu nyaman dengan keadaan hidup yang lurus-lurus saja, dan merasa dirinya tak akan meninggalkan ku walau apapun terjadi.Penyesalan terus merasuki daku karena sangat sulit menemukan sosok seperti dirinya dengan segala keberadaan dan keterbatasanku dia bisa menerima daku apa adanya, tapi daku tidak berlaku seperti itu, diriku selalu ingin mengubah dirinya, dan tidak mau kompromi dengan perbedaan.

Sangat fatal hal itu berlaku dalam hubungan kami dulu, tapi karena egoisnya, sesungguhnya diriku masih belum dapat menerima keadaan ini.

Saat ini diriku ingin ungkapkan bahwa keinginan untuk kembali dengan dirinya dan memperbaiki semuanya sangatlah besar, daku sangat berharap dia mau memberikan aku 1 kali kesempatan lagi. Kesempatan daku untuk memperbaiki hubungan kami agar jadi lebih baik. Daku minta pandangan rekan-rekanku untuk hal ini, dan berbagai macam saran dan kritikan menerpaku, sehingga daku sampai pada suatu keputusan ....


Diriku mau menerima keputusan ini dengan lapang hati dan berharap agar dirinya bahagia, dirinya sangat berhak untuk bahagia karena diriku telah merebut kebahagiaan dari nya selama hampir 4 tahun belakangan.


diriku ingin kembali padanya, tapi diatas segalanya diriku ingin dia bahagia, walaupun itu bisa berarti dirinya akan bersama orang lain, entah diriku sanggup ato tidak melihat dia bersama orang lain, yang pasti diriku akan sangat bahagia kalo dia bahagia. so help me GOD...




salam


ME

Tidak ada komentar: