Iklan

Vacancy Information

Rabu, 02 April 2008

Membatasi Keintiman Selama Berpacaran

Orang yang sedang berpacaran kadang-kadang lupa batas-batasnya sampai di mana dia harus intim dengan pasangannya. Sering kali kita mempunyai pendapat, kalau intim itu mesti hubungan tubuh atau secara kontak tubuh bahkan sampai hubungan seksual. Padahal ini seharusnya menjadi bagian terakhir dalam masa persiapan memasuki pernikahan.
Kalau terbalik prioritasnya atau apabila kita langsung masuk ke arah-arah seksual, kita terlalu dekat secara seksual; masalah-masalah yang tadinya ada kita tutupi tapi Pada akhirnya akan muncul lagi, jadi kalau sampai terbalik, kita berpotensi besar untuk mengundang bencana di kemudian hari.
Keintiman yang harus dikedepankan adalah keintiman yang bersifat emosional. Bila keintiman seksual dikedepankan pada masa berpacaran, maka akibatnya adalah timbul perasaan-perasaan negatif seperti rasa bersalah, rasa cemas, rasa takut, rasa marah atau benci, dan rasa kecewa.
Beberapa anjuran untuk mereka yang sedang berpacaran pada saat ini: pertama, jangan memulainya, dan jangan menyentuh-nyentuh, melihat-lihat bagian tubuh yang erotis. Kedua, hindarkan pertemuan di tempat tertutup tetapi biasakanlah bertemu di tempat terbuka. Ketiga yang juga penting adalahmemohon Tuhan melindungi mereka, menjaga mereka.

Jangan takut untuk datang kepada Tuhan. Biarlah buku saku ini dapat memberkati kita semua khususnya yang sedang berpacaran. Terus bertumbuh dalam DIA & semakin serupa denganNya. Soli Deo Gloria…



Penulis:Paul Gunadi



Diriku percaya banyak pasangan yang bermasalah dengan masalah keintiman, diriku termasuk salah satunya. Sedikit dapat diriku gambarkan, beberapa kali berpacaran diriku selalu terjebak dengan keintiman yang berlebihan, segala jenis pembelaan menjadi alasan terjadinya hal tersebut. Sebagai seorang laki-laki diriku merasa berhak untuk memperoleh keintiman saat berpacaran karena hal itu akan memperlihatkan seberapa 'penyerahan' seorang wanita atas pasangannya, seberapa sayang sih wanita terhadap pasanganya.


Setelah berlangsung beberapa lama, diriku mencoba mencari kebenaran tentang cara pikirku ini, dan tentunya banyak yang setuju untuk mengatakan SALAH , untuk pola pikir dan pola laku yang diriku uraikan diatas, tapi mungkin ada juga beberapa yang setuju dengan berbagai alasannya masing-masing,

Tiba pada suatu titik dimana keintiman mulai membosankan dan ingin di tingkatkan menjadi keintiman yang lebih lagi, terus dan terus... berkembang....terus dan terus tanpa henti... kita tidak akan tahu kapan kita harus berhenti.

Sangat beruntung bila kita masih punya hati untuk tahu keintiman yang kita umbar selama ini SALAH. Banyak pasangan yang sudah tidak memiliki telinga, mata dan kepala hati untuk bisa dengar-dengaran akan suara hati yang BENAR yang keluar dari lubuk hati paling dalam.

Ketika kita di ingatkan untuk berhenti, ada baiknya kita berhenti sebelum peringatan akan bekerja dengan cara yang sangat 'keras'.Jadi sebelum anda kehilangan semuanya ..... ya SEMUA nya , lebih baik anda tinggalkan keintiman saat berpacaran sekarang juga, karena semua sia-sia adanya....

Minta lha Tuhan berkarya atas hidupmu, sekarang atau tidak selamanya ....



salam


ME

Tidak ada komentar: